Sony dan FIFA Bawa Piala Dunia dalam Wujud 3D


Santi Dwi Jayanti - detikinet

Jakarta - Sony bersama dengan FIFA mengumumkan langkah yang baru pertama kalinya dilakukan. Perusahaan elektronik dari Jepang bersama dengan badan sepak bola dunia ini akan memanjakan para penggila bola dengan membawa ajang World Cup 2010 dalam bentuk tiga dimensi (3D).

Ini berarti, setiap orang yang memiliki piranti tertentu dapat merasakan sensasi seperti di dalam stadion dengan hadirnya teknologi tersebut. Sony akan merekam pertandingan piala dunia menggunakan kamera profesionalnya, sehingga dijamin tampilan yang dihasilkan sangat memuaskan.

Dikutip detikINET dari TechRadar, Jumat (4/12/2009), sebanyak 25 pertandingan yang digelar di Afrika Selatan ini akan bisa dinikmati via sejumlah produk seperti Bravia LCD TV, perekam dan pemutar Blu-ray, VAIO dan PS3.

Selain akan ditayangkan melalui sejumlah piranti tersebut, Sony dan FIFA juga akan mempertontonkannya di lokasi yang mereka beri nama 'Fan Fest'. 7 kota yang beruntung disambangi 'Fan Fest' ini ialah London, Berlin, Meksiko, Paris, Rio De Janeiro, Roma dan Sidney.

Sony pun turut mengemas ajang empat tahunan itu dalam format film (Official 3D Film) di mana perilisannya dilakukan usai gelaran tersebut. Untuk trailernya, Sony mempersilakan mereka yang mengunjungi sejumlah toko retailer yang menjual produk Sony, termasuk Sony Stores untuk mencicipinya lebih dahulu.

Sony memang serius dengan teknologi 3D-nya. Mereka yakin 3D akan menjadi preposisi yang kuat di tahun 2010.

"Transisi ke 3D sedang berlangsung, dan kami berniat untuk menjadi pemimpin dalam setiap aspek. Sponsor kami dari piala dunia memungkinkan Sony untuk menjelajah teknologi cutting-edge 3D dan produk premier Sony dengan konten yang luar biasa, guna menghasilkan pengalaman menonton yang unik dan menarik," ujar Sir Howard Stringer, Chairman, CEO dan Presiden Sony Corp. ( sha / faw )

source:http://www.detikinet.com/read/2009/12/04/143336/1254135/398/sony-dan-fifa-bawa-piala-dunia-dalam-wujud-3d

Mesin Game Alienware Dibanderol US$ 2.299



Trisno Heriyanto - detikinet

Jakarta - Dell akhirnya telah secara resmi memperkenalkan seri mesin game jagoannya -- Alienware -- di Indonesia. Ada dua varian yang dibawa vendor asal Amerika Serikat itu.

Kedua mesin game premium yang telah mendarat di Indonesia itu adalah seri Alienware M15x dan M17x. Dimana kedua produk tersebut telah dipersenjatai prosesor Intel Core i7 versi extreme.

Untuk perihal kartu grafis sudah tidak perlu diragukan lagi. Keduanya telah dipersenjatai Graphic Processing Unit (GPU) papan atas dari Nvidia. Terlebih lagi M17x.

Notebook tersebut bahkan sudah dibenamkan dua kartu grafis berbasis GTX 280 dalam modus SLI, sehingga performanya dijamin tokcer.

Komunitas gamer di Indonesia dianggap sebagai salah satu pendorong utama yang membuat Dell berani melempar mesin gamenya itu ke Tanah Air.

"Permintaan notebook ini sangat banyak di Indonesia, dan kami optimistis pasarnya akan selalu tumbuh," ujar Rudi Sumadi, Bussiness Director Consumer Dell Indonesia.

Meski mengaku optimistis, namun Rudy masih enggan memaparkan berapa stok notebook Alienware yang bakal dikapalkan di Indonesia.

"Kami tidak bisa menyebutkan angka pasti, yang jelas stoknya cukup untuk pasar Indonesia," kilahnya kepada detikINET dalam acara peluncuran yang digelar di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (4/12/2009) petang.

Alienware M15x bakal dibanderol dengan harga US$ 2.299, sementara untuk seri M17x dipatok di angka US$ 3.299. Berminat untuk memiliki notebook kelas kakap ini?

source:http://www.detikinet.com/read/2009/12/04/182042/1254337/317/mesin-game-alienware-dibanderol-us--2299

Senjata Canggih Jejali Versi Terbaru Medal of Honor



Jakarta - Setelah sekian lama membungkam, Electronic Arts (EA) akhirnya memberi sedikit bocoran mengenai versi terbaru dari Medal of Honor. Game yang sarat dengan pertempuran itu pun bakal segera dirilis untuk PC, PS3 dan Xbox 360.

Tidak seperti game terdahulu yang memiliki beragam embel-embel seperti Medal of Honor: Airbone, Medal of Honor: Pacific Assault atau Medal of Honor: Allied Assault. Kali ini game tersebut hanya bertajuk Medal of Honor.

Seri terbaru game tersebut akan menempatkan pemain untuk menjadi salah satu anggota pasukan elite yang bertugas di Afganistan. Tidak seperti game terdahulu yang mengangkat tema perang dunia kedua, kali ini gamer akan disajikan pertempuran bergaya modern dengan senjata super canggih.

Untuk menambah efek nyata dalam game ini, dalam penggarapannya EA telah dibantu oleh Tier 1 Operators dari US Special Operations Community, yang memang merupakan ahli di bidang strategi pertempuran.

"Ketika kami berencana untuk membuat kelanjutan Medal of Honor, kami ingin tetap setia pada akar otentisitas dan penghormatan terhadap tentara. The Tier 1 Operator, adalah pakarnya di medan perang" kata Greg Goodrich, produser eksekutif untuk Medal of Honor. Seperti dikutip detikINET dari Eurogamer, Kamis, (3/12/2009).

Medal of honor pun dijadwalkan bakal menyelesaikan proses penggarapannya pada tahun 2010. Namun sayang, EA masih enggan membocorkan tanggal perilisan game tersebut.
( eno / ash )

source:http://www.detikinet.com/read/2009/12/03/090838/1253129/654/senjata-canggih-jejali-versi-terbaru-medal-of-honor

Foto Topless Disebar via Ponsel, ABG Bunuh Diri



Fino Yurio Kristo - detikinet

Florida - Tragis, seorang gadis muda nekat bunuh diri gara-gara pelecehan via ponsel yang dilakukan teman sekolahnya. Gadis bernama Hope Witsell yang baru berusia 13 tahun itu, sangat malu karena foto toplessnya beredar luas di ponsel rekan-rekannya.

Pelecehan bermula ketika Witsell yang bermukim di Florida, Amerika Serikat ini, tanpa pikir panjang mengirim foto telanjang pada seorang kawan pria yang disenanginya via ponsel. Namun yang menerima gambar itu justru teman sang pria yang kebetulan membawa ponselnya.

Nah, teman ini dengan jahatnya menyebar foto topless itu pada rekan yang lain via ponsel, fenomena yang biasa disebut sexting. Kontan setelah foto tersebut tersebar, Witsell menjadi bulan-bulanan.

"Ketika dia berjalan ke dalam kelas, seseorang akan berkata inilah dia sang pelacur," kata Lane James, salah seorang teman korban yang dikutip detikINET dari USAtoday, Jumat (4/12/2009).

Keadaan bertambah parah karena pihak sekolah justru menghukumnya, antara lain dengan menskorsingnya selama seminggu. Jelas Witsell yang masih amat belia, sulit menghadapi masalah ini.

"Banyak orang membicarakanku di belakangku dan mereka mengataiku sebagai pelacur. Jutaan orang membenciku," tulis Witsell dalam buku hariannya. Puncaknya baru-baru ini, Witsell gantung diri di kamarnya sendiri.

Kejadian sexting berujung bunuh diri semacam ini bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, seorang remaja bernama Jesse Logan juga bunuh diri, karena mantan pacarnya menyebar foto mesumnya via ponsel. ( fyk / faw )

source:http://www.detikinet.com/read/2009/12/04/155318/1254227/398/foto-topless-disebar-via-ponsel-abg-bunuh-diri

YouTube Bikin Video Seringan 'Bulu'?


Santi Dwi Jayanti - detikinet

Jakarta - Keluh kesah mengenai leletnya memutar video di YouTube, coba diatasi oleh situs berbagi video ini lewat peluncuran program percobaan mereka bernama Feather.

Diklaim lebih 'ringan', program ini memang ditujukan bagi tempat-tempat yang tidak memiliki koneksi internet yang jempolan. YouTube menyadari bahwa masih banyak negara-negara yang memiliki bandwith yang terbatas dan hal ini bisa memperlambat proses pendownloadan.

'Salah satu prioritas kami ialah memastikan video yang ada bisa di-load dan diputar dengan cepat. Di jaman yang penuh kepuasan instan ini, bahkan beberapa detik dari waktu loading bisa terasa seperti selamanya," ujar engineer YouTube Chris Zacharias, seperti yang dilansir detikINET dari AFP, Jumat (4/12/2009).

YouTube Feather dibuat oleh perusahaan milik Google sendiri, yakni TestTube. Kemampuannya yang bisa memutar video dengan lebih cepat bisa terwujud lewat penghilangan beberapa fitur dan pemangkasan jumlah data yang didownload oleh browser.

Oleh karena 'bulu' ini masih tersedia dalam versi beta, maka sistemnya masih akan diperbaiki. Dan jika pengguna YouTube merasa masih merasa belum ada perubahan saat menjajal program ini, jangan heran karena Feather memang belum bisa diaplikasikan untuk semua video yang tersedia.
( sha / faw )

source : http://www.detikinet.com/read/2009/12/04/164454/1254274/398/youtube-bikin-video-seringan-bulu

CEO Google: Kami Cuma Kambing Hitam



Jumat, 4 Desember 2009 | 13:36 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Chief executive officer (CEO) Google Eric Schmidt merasa perusahaannya hanya menjadi kambing hitam oleh industri media. Hal tersebut diungkapkannya tak lama setelah mendapat kritik keras dari para penerbit suratkabar dunia yang baru saja melakukan pertemuan dalam World Newspaper Congress di Hyderabad, India.

"Dengan berkurangnya pendapatan dan menurunnya sumber pendapatan, eksekutif koran yang frustrasi sedang mencari orang untuk disalahkan," kata Schmidt dalam sebuah kolom opini yang diterbitkan pada hari Kamis (3/12) di The Wall Street Journal. Ia mengatakan kebanyakan penerbit surat kabar dan kantor berita menyalahkan Google atas hal tersebut.

Chairman News Corp Rupert Murdoch beberapa waktu lalu mengancam akan menghapus semua kontennya dari layanan pencarian Google dalam dua tahun ke depan. Ia menuding Google selama ini "mencuri" konten-kontennya dan tidak memberikan keuntungan yang sebanding.

Namun, Schmidt menampik tudingan tersebut. Menurutnya, Google justru membantu mempromosikan media melalui sejumlah layanannya tanpa ongkos sepeser pun. Soal copyright, Google juga merasa tak menyalahi karena hanya menukil judul dan header dari setiap artikel dan selanjutnya dihubungkan ke halaman website sumber berita aslinya.

"Kami menyumbangkan miliaran klik per bulan kepada media massa dari Google News dan lebih dari tiga miliar visit dari layanan kami lainnya, seperti search engine dan iGoogle," ujar Schmidt. Hal tersebut, katanya, memberikan ratusan ribu peluang pendapatan dan kesempatan untuk menarik pelanggan/pengunjung sebanyak-banyaknya.

Ia mengakui sejumlah media masih kesulitan meraup keuntungan dari bisnis di internet. Namun, menurutnya tidak ada penyebab tunggal dan tidak ada solusi sepihak saja. "Tantangannya adalah bagiamana menggunakan teknologi untuk mengembangkan cara-cara baru untuk meraih pembaca dan mempertahankan mereka selama mungkin, seperti halnya cara-cara baru untuk meraih pendapatan dengan mengombinasikan akses gratis dan berbayar," ujar Schmidt.

source:http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/12/04/13362472/ceo.google.kami.cuma.kambing.hitam

Situs Web Indonesia Lebih Berbahaya dari Malaysia



Jumat, 4 Desember 2009 | 17:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Situs-situs web yang berdomain di Indonesia (.id) bukan yang paling aman di kawasan Asia Tenggara. Domain .id ternyata lebih berbahaya dibandingkan domain dari Malaysia (.my).

Demikian hasil riset terbaru yang dilakukan McAfee bertajuk Mapping the Mal Web. Dalam laporan tersebut, domain Indonesia secara umum berada di peringkat ke-56 dunia. Tingkat risiko serangan malware terhadap situs-situs web .id sekitar 0,6 persen. Sementara itu, situs-situs web Malaysia ada di peringkat ke-80 dengan tingkat risiko serangan 0,3 persen.

"Sebagian besar web relatif aman untuk dikunjungi, tetapi beberapa di antaranya mengandung risiko, apakah yang datang dalam bentuk yang relatif ringan seperti pop up, atau sesuatu yang lebih berbahaya, seperti malware yang memberikan akses kepada hacker untuk "melihat" segala sesuatu yang Anda ketik," demikian McAfee.

Dari 7 negara Asia Tenggara yang diteliti, Filipina berada di urutan teratas. Mereka bahkan menembus Top 10 dunia karena ada di urutan ke-6. Tingkat risiko domain situs Filipina mencapai 13,1 persen. Setelah Filipina, menyusul Singapura, Laos, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia.

Berikut daftar domain web paling berbahaya di Asia Tenggara:
1. Filipina (.ph) - 13,1 persen.
2. Singapura (.sg) - 4,6 persen.
3. Laos (.la) - 1,6 persen.
4. Thailand (.th) - 1,1 persen.
5. Vietnam (.vn) - 0,9 persen
6. Indonesia (.id) - 0,6 persen.
7. Malaysia (.my) - 0,3 persen.

source:http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/12/04/17045448/situs.web.indonesia.lebih.berbahaya.dari.malaysia