2 September 2010

Arsitektur Protokol OSI

2 komentar

Selama dalam kelas TKJ, saya baru tahu bahwa semua ilmu jaringan komputer berawal dari Arsitektur Protokol OSI. Lalu apakah OSI itu sendiri sehingga merupakan basic tentang ilmu jaringan komputer??

OSI (Open System Interconnection) merupakan suatu system yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Open sistem sendiri merupakan suatu sistem yang terbuka sehingga memungkinkan terjadinya hubungan dengan sistem lainnya. OSI ini dikembangkan oleh ISO (International Standarization Organization) pada tahun 1984.

Dengan adanya Protokol OSI ini, merupakan solusi untuk standarisasi kompabilitas jaringan sehingga tidak membatasi komunikasi antar teknologi yang berbeda. OSI secara garis besar menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain.

"Sehingga dapat kita simpulkan OSI ialah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana computer dapat bertukar informasi melalui sebuah media jaringan."



Lapisan-Lapisan Dalam Model OSI

Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Fungsi dari ketujuh layer tersebut adalah:


1. Physical Layer
Layer physical ini adalah layer yang paling sederhana, dan berkaitan dengan electrical dan optical koneksi antar device. Data biner akan dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan. Dapat kita katakan layer ini berhubungan erat dengan kabel dan konektornya. Hardware yang berhubungan dengan layer ini ialah Kabel UTP (RJ45, RJ48), transceiver dan konektor.

2. Data Link Layer
Lapisan ini akan memeriksa keadaan data, apakah terjadi kesalahan di dalamnya atau tidak, dan akan mentransformasikan data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Pada layer ini, data input akan dipecah-pecah menjadi sejumlah data frame, yang dapat mencapai ratusan atau ribuan byte, dan akan mentransmisikan frame tersebut secara berurutan. Dalam layer ini pula, termasuk pengalamatan data dari dan ke mana data akan di tuju. Perangkat yang berperan dalam layer ini antara lain, Ethernet, HUB dan switches.

3. Network Layer
Dalam proses selanjutnya, data akan melewati network layer. Pada proses ini, network layer berperan untuk meneruskan data (routing) sesuai pengalamatan yang telah dilakukan pada data link. Pada proses ini, juga akan diberikan penjaluran protocol pada data, sehingga data memiliki alamat tujuan yang jelas. IP (Internet Protocol) biasanya digunakan dalam tugas ini. Network layer juga berfungsi untuk mengendalikan data yang melewati jaringan, sehingga akan mengurangi tingkat kegagalan data di tengah jalan. Router merupakan hardware yang berperan dalam network layer ini.

4. Transport Layer
Fungsi utama dari transport layer ialah menerima data dari session layer, dan meneruskannya ke network layer dan akan menjamin bahwa semua potongan-potongan data tersebut dapat tiba di sisi lain dengan benar. Model pengiriman data pada transport layer dengan membangun jalur antara pengirim dan penerima, mengirim paket data lewat jalut yang telah di bangun, dan memutuskan hubungan jalur yang tidak dipakai lagi. Pada transport layer, akan ditentukan protocol apakah yang akan digunakan dalam pengiriman data tersebut. Protocol yang dapat digunakan antara lain TCP (Transmision Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protokol).

5. Session Layer
Layer yang mendefinisikan bagaimana membuka, mengatur, dan menutup sebuah session antar aplikasi-aplikasi. Sehingga data pada session layer, akan dikontrol secara penuh, kapan conversation akan dibuka, pertukaran data/pengiriman data, dan menutup conversation tersebut. Beberapa protocol yang berperan dalam layer ini, NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk, NFS, dll.

6. Presentation Layer
Setelah data melewati proses pada bagian session layer, data akan memasuki presentation layer, dan di periksa susunan datanya. Kemudian dalam layer ini akan terjadi proses translasi dari berbagai syintax yang ada, sehingga dapat dimengeri oleh penerima. Kompresi data dan juga enkripsi pada data akan di tangani dalam layer ini.

7. Application Layer
Merupakan layer terkahir dalam perjalanan data, sehingga data dapat dipahami oleh user dengan aplikasi-aplikasi networking yang bersangkutan dengan jaringan. Sebagai contoh, kita membuka Telnet session ke suatu server, browsing dengan web browser, menjalankan FTP, SSH, atau chatting.

2 komentar:

Posting Komentar

Like and Follow This Blog

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...